Goa Jatijajar adalah goa alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Kebumen, Jawa Tengah. Goa Jatijajar merupakan tempat Objek Wisata Alam yang dapat memberikan informasi tentang suatu nilai Budaya Trasisional Indonesia.

Goa Jatijajar identik dengan sebuah legenda masyarkat Jawa Barat yaitu Raden Kamandaka (Lutung Kasarung). Karena menurut cerita legenda masyarakat yang penulis terima dari beberapa tokoh masyarakat disekitar Goa Jatijajar, Raden Kamandaka yang merupakan seorang Putera Mahkota Kerajaan Pajajaran yang bernama asli Banyak Cokro atau Banyak Cakra, pernah melakukan ritual tapa di dalam Goa Jatijajar.

Nama Jatijajar berasal dari kata jati dan jajar. Jati berarti nama pohon, Jajar berarti sejajar .terdapat diorama yang menceritakan tentang Legenda Raden Kamandaka. Legenda tersebut menunjukkan percintaaan abadi antara Raden Kamandaka dan Dewi Ratna Ciptarasa. Di dalam goa terdapat 4 ( empat ) sendang, yaitu Sendang Mawar, Kantil Jombor, dan Puserbumi. Terdapat pula stalaktit dan stalakmit. Obyek wisata unggulan ini menyajikan Rest Area, pasar souvenir, konveksi dan makanan khas. Di komplek/kawasan obyek wisata Goa Jatijajar terdapat 3 (tiga) goa yaitu Goa Dempok, Goa Intan dan Goa Jatijajar. Yang lebih menarik lagi di dinding atas Goa Jatijajar terdapat beragam tulisan dari pengunjung yang pernah datang ratusan tahun yang lalu, ada yang dari Hindia Belanja, Eropa bahkan trah penguasa pertama pemerintah Kabupaten Kebumen.


Goa ini menawarkan suasana lingkungan goa yang masih asri dan alami serta pemandangan alam yang enak dipandang mata. Suasana didalam ruangan goa juga sangat menarik karena ruangan goa yang tinggi dan cukup besar sehingga mata dengan leluasa bisa melihat ruangan goa yang luas.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat goa ini pada awalnya ditemukan oleh seseorang yang sedang mencari rumput kemudian terperosok kedalam lubang yang ada di atap goa kemudia ia menceritakan penemuannya kepada warga desa dan konon katanya saat ditemukan dipintu masuk goa sekarang terdapat dua buah pohon jati yang tumbuh berjajar sehingga goa ini di namakan goa jatijajar.

Masih menurut legenda dan cerita masyarakat goa jatijajar masih berhubungan dengan salah satu cerita rakyat yakni lutung kasarung yang konon pernah bertapa di goa ini. Nah di dalam goa juga terdapat patung-patung yang menceritakan tentang kisah lutung kasarung yang letaknya berpencar-pencar didalam ruangan goa, untuk masalah jalan yang  di lalui di dalam goa anda tidak perlu khawatir karena jalan sudah di bangun dengan baik dan dilengkapi dengan pegangan sehingga membuat pengunjung nyaman dan mudah dalam menyusuri ruangan.

Selain patung terdapat juga beberapa sendang atau mata air yang berjumlah kalau tidak salah tujuh buah yang di percaya memiliki khasiat masing-masing tiap sendangnya, ada yang berkhasiat embuat awet muda jika cuci muka menggunakan air sendangnya dan lain-lainnya.  Di tempat ini juga terdapat sebuah patung dinosaurus yang mengelaurkan air dari mulutnya ke sebuah kolam renang kecil yang airnya langsung berasal dari mata air asli yang masih alami dan jernih.

Jika sedang hari libur atau masa libur sekolah pengunjung tempat wisata ini bisa membludak jumlahnya bisa mencapai ratusan orang karena merupakan salah satu tempat wisata favorit di kota kebumen dan juga lokasinya yang juga dekat dengan tempat wisata pantai yakni pantai ayah. Jika anda merasa lapar jangan khawatir karena banyak pedagang makanan yang menawarkan makanan ringan ataupun makanan berat seperti bakso, soto, mie ayam dan lain-lain.

Di goa jatijajar juga banyak pedagang souvenir goa seperti kaos bergambar goa jatijajar, kalung, dan kerajian lainnya. Harga tiket masuknya juga sangat murah cuma 7.500 rupiah saja per orang bagaimana tertarik ? Jangan lupa mampir ke tempat ini jika sedang berkunjung ke kabupaten kebumen.

 
Top